Bekal Sukses
by: Budi Sant
Banyak rekan-rekan saya, baik di forum seminar, training atau diskusi informal menanyakan pada saya langkah jitu untuk mencapai keberhasilan atau yang lebih populer dikenal dengan kesuksesan. Uraian berikut ini terinspirasi oleh salah satu episode sebuah talkshow yang ditayangkan di salah satu stasiun TV Swasta di Indonesia.
Setidaknya ada empat hal yang perlu dimiliki oleh seseorang untuk meraih keberhasilan:
1. Tujuan
Tujuan adalah sesuatu yang ingin kita capai, kita raih, atau kita miliki, dalam kurun waktu tertentu. Memiliki tujuan atau niat ini merupakan elemen pertama dan terpenting karena dari sinilah keberhasilan anda dapat diukur. Tanpa tujuan, anda akan sulit menentukan di posisi mana anda berada, gagal, jauh dari sukses, mendekati sukses atau totally success. Ibaratnya tujuan adalah garis finis yang ingin dicapai oleh seorang pembalap. Tanpa garis finis, tidak akan ada victory (kemenangan). Karena kesuksesan atau keberhasilan adalah pencapaian dari tujuan.
2. Kenali dan Maksimalkan Potensi
Semua orang, termasuk para pembaca sekalian saya yakin percaya bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala kesempurnaan. Tidak berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya, manusia juga dibekali dengan segala kemampuan dan kelebihan untuk bisa bertahan dan melalui segala persoalan yang dihadapi, baik persoalan fisik maupuk psikis. Segala kelebihan dan kemampuan inilah yang kita sebut dengan potensi. Potensi bisa bersifat kelebihan yang masih belum terasah dan terbukti, namun ada yang bisa dirasakan dan dibuktikan, yang disebut dengan kompetensi.
Seumpama seorang carpenter yang ingin membuat sebuah meja, ia membutuhkan kayu, paku, palu gergaji, amplas penghalus, cat, politur, dan yang paling penting keterampilan. Tanpa semua peralatan dan keterampilan tersebut, hampir mustahil seorang carpenter mampu mencapai tujuannya, membuat sebuah meja. Potensi diibaratkan sebagai tools dan equipment kita untuk mencapai tujuan yang ingin kita raih. Tanpa mengoptimalkan semua potensi yang ada, mustahil kita mampu mencapai tujuan kita. Poin yang terpenting adalah mengenali potensi yang kita miliki, kemudian mengasahnya dan selanjutnya memanfaatkan secara maksimal.
3. Relasi
Seorang Carpenter tidak bisa membuat meja dengan usaha sendiri. Dia memerlukan kayu, sehingga dia butuh penjual kayu. Dia memerlukan paku, sehingga dia butuh penjual paku, dan dia juga memerlukan amplas penghalus, sehingga dia butuh penjual amplas.Dia butuh orang lain untuk mencapai tujuannya. Semua pihak, baik orang maupun lembaga, yang mendukung upaya kita untuk mencapai tujuan kita sebut dengan relasi. Semakin banyak relasi, semakin erat hubungan kita dengan relasi, semakin cepat kita mencapai kesuksesan.
4. Faktor X
Faktor X ini sering tidak diperhitungkan, karena memang tidak dapat diperkirakan secara matematis. Tidak diperlukan penjelasan rumit untuk memahami faktor yang satu ini karena memang tidak ada penjelasan untuk itu.
Faktor X bisa saya sederhanakan (meskipun kurang tepat) sebagai keberuntungan / luck. Banyak yang beranggapan luck diluar jangkauan dan perkiraan kita. Sehingga keberadaanya kurang diperhitungkan karena tidak bisa dihitung dan kedatangannya tidak diperkirakana karena memang tidak bisa dikira-kira. Namun sejatinya luck adalah pertemuan antara preparation dan opportunity (persiapan dan kesempatan). Untuk bisa mendapatkan faktor X ini kita harus memiliki kesiapan yang cukup, sehingga ketika opportunity datang, saat itulah kita akan merasa dan mengucapkan “saya beruntung”. Meskipun kesempatan datang, tapi kita tidak memiliki persiapan, anda akan mengucapkan “saya belum beruntung”. Tidak ada keberuntungan yang datang tanpa kesempatan, dan kesempatan tidak akan berarti tanpa persiapan.
Pendeknya, untuk mendapatkan faktor X ini, bekalilah anda dengan persiapan yang cukup, dan jika kesempatan datang, That’s the time.
Dengan berbekal keempat bekal tersebut, kita akan lebih mudah merencanakan kesuksesan yang kita inginkan. Salam sukses…!

Komentar Terakhir